HOME
Tampilkan postingan dengan label catatan PKL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label catatan PKL. Tampilkan semua postingan

PKL Tlah Berakhir...

Rabu, 19 Maret 2008

Ini bukan cerita mengenai PKL yang kena gusur ato demonstrasi pedagang kaki lima di negeri ini melainkan PKL yang satunya lagi.


Tepat hari selasa kemarin, 18 Maret 2008 adalah hari terakhir saya melakukan Praktek Kerja Lapangan di RSUD Banyumas. Rasanya koQ kayaknya cepet banget dan gak kerasa, namun kalo saat praktek perasaannya lain yaitu cepat2 bubar PKL dan sesegera mungkin menyelesaikannya. Ya... namanya juga manusia kadang perasaan cepat sekali berubah, bukan?

Namun yang pasti alhamdulillah pelaksanaan PKL bisa berjalan dengan baik dan insya allah sesuai dengan apa yang di harapkan. Walaupun ada sedikit masalah mengenai ulah para karyawan/pembimbingnya (baca di sini kalo belum tau ya!).

Dalam pelaksanaannya saya banyak menerima pelajaran baru yang tidak ada di bangku kuliah dan beberapa pengalaman lainnya dalam menunjang pengalaman dunia kerja tentunya.


Hal-hal baru positif yang sangat terasa adalah mulai dari disiplin waktu, karena setiap harinya selalu berangkat jam setengah tujuh pagi dan melakukan apel pagi pukul 07.00 wib. Ada pula kegiatan bersosialisasi diri secara sopan dan berinteraksi dengan pasien, keluarga pasien dan orang-orang di sekitarnya maupun hal baru lainnya yang menarik.

Walaupun waktu cukup singkat namun berisi dan berkesan bagi saya sendiri. Semoga apa yang saya dapatkan dari PKL ini bisa bermanfaat di kemudian hari (walaupun bukan di bidang bisnis independent). kemudian saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh karyawan dan instansi yang telah membantu saya dalam proses PKL ini.

Namun, ini bukan saatnya bermain-main karena PKL telah selesai. Masih banyak agenda saya saat ini, yakni pembuatan Laporan Praktek Kerja Lapangan (PKL) dan Tugas Akhir tentunya....

Tinggal Menghitung Hari

Sabtu, 15 Maret 2008

Memang benar apa kata orang bilang, waktu sangat cepat sekali berlalu. Perasaan kemarin hari jumat, sekarang sudah hari sabtu. Perasaan baru saja kemarin saya menjenguk makam ayah saya di kalimantan, eh ternyata sudah satu tahun telah kehilangan beliau. Dengan demikian hari demi hari cepat berlalu, bukan?

Begitu pula dengan pelaksanaan PKL (Praktek Kerja Lapangan) yang tengah saya lakukan. Padahal kayaknya baru saja kemarin saya masuk PKL, ternyata beberapa hari lagi akan segera berakhir. Sekarang waktu satu bulan sangat singkat skali ya.....

Banyak lika-liku yang saya lalui pada saat pelaksanaan PKL, mulai dari masa orientasi dan pengenalan dunia kerja di Rumah Sakit Banyumas (karena saya PKL di RSU) sampai-sampai pengalaman unik, lucu dan pengalaman lainnya.

Sempet juga di "jitak" ama orang gila ha..ha..ha..


Ya, hari selasa depan tepat pada tanggal 18 Maret 2008 saya genap melaksanakan PKL di Rumah Sakit Banyumas. Sekarang dan hari ini tinggal menghitung hari saja tentunya....
Sabtu, minggu, senin dan finish dech PKL nya.

Yang jadi masalahnya sekarang adalah sampai saai ini saya belum memperoleh data lengkap apa yang mau di jadikan "judul dan laporan PKL" yang nantinya merupakan syarat buat kelulusan kuliah saya di kampus Politeknik Pratama Purwokerto. Sebenarnya untuk masalah data untuk penyusunan laporan PKL sih bisa di atur setelah pelaksanaan PKL.

Selama PKL juga, sudah ancang-ancang, mengamati dan mengambil beberapa formulir ato data yang nantinya bisa di butuhkan sebagai arsip lampiran laporan PKL kelak.

Semoga saja, setelah di tinggalkan anak-anak PKL (khususnya saya dan teman), instalasi yang bersangkutan pada RSU tersebut akan bisa berjalan dengan baik dan dapat di pertanggung jawabkan dengan benar. Karena saya lihat sendiri di TKP, situasi nya kayak ada masalah yang tentunya saya sendiri tidak paham akan masalah itu. Untuk sementara ini, pihak penanggung jawab/pembimbing malahan pindah dan seenaknya meninggalkan tugasnya.

Selain itu, sekarang saya cuma konsentrasi pada hasil PKL ini dan mengejar target penyusunan laporan sampai dengan seminar PKL. Setelah itu ada jadwal persiapan Tugas Akhir dan Laporan TA tentunya....

Doakan deh biar sukses ya...

Hubungan Keluarga Dalam Satu Lingkungan Kerja, Profesionalkah Mereka dan Ada Apa Dengan-nya?

Selasa, 04 Maret 2008

Seperti dalam cerita sebelumnya, sampai hari ini saya masih melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di RSU Banyumas hingga genap satu bulan nanti dan tepatnya pada tanggal 18 Maret 2008 akan berakhir. Dalam minggu ini, saya telah melaksanakan PKL sudah 2 minggu lamanya. Untuk waktu dua minggu ini, saya di tempatkan di sebuh instalasi RSU yang sebelumnya saya sudah ceritakan pada posting terakhir dalam blog ini.

Selanjutnya minggu ke 3 hingga minggu terakhir ber-PKL, rencananya kegiatan saya di instalasi tersebut akan di rolling dengan teman saya. Sehingga otomatis saya akan tukar posisi dalam arti pindah lokasi instalasi yang telah di tunjuk. Satu catatan bahwa rolling/tukar posisi praktek ini sebenarnya adalah sebuah perintah/instuksi dari bagian Mutu dan Pendidikan RSU Banyumas. Jadi, mengingat ada sinyal instruksi seperti itu kami rasa tidak akan menyia-nyiakan waktu yang ada sehingga nantinya kami bisa bertukar ilmu dan mendapatkan ilmu yang lebih banyak. Selain itu tentunya akan sangat membantu dalam menghidari rasa bosan dan kejenuhan kerja.


Beberapa kali juga kami telah membicarakan dan ngomong mengenai istruksi itu kepada koordinator karyawan pada bagian instalasi yang kami jumpai saat PKL. Pembicaraan itu mengenai adanya rolling/tukar posisi praktek antara satu instalasi dengan instalasi lain yang kami PKL-kan. Namun, yang saya tangkap dari masing-masing koordinator instalasi bersangkutan seperti “merasa canggung” atau enggan akan keberadaan rolling ini. Sementara koordinator karyawan ini nantinya akan saling kerja sama (ber-partner) dengan salah satu dari kami. Ya, memang kami adalah mahasiswa cewek dan cowok, selain itu kedua koordinator karyawan dari instalasi tersebut ternyata memiliki hubungan yang sangat erat karena ternyata mereka adalah “sepasang suami-istri”. Oleh sebab itu otomatis kalau di rolling pasti salah satu pasangan suami-istri tersebut akan berpasangan dengan salah seorang dari kami.

Sebenarnya bagi kami sendiri tidak ada masalah dengan adanya rolling ini. Kami hanya menuruti dan memanfaatkan perintah dari pihak Mutu & Pendidikan (MuDik). Apalagi tujuan kami PKL adalah untuk mencari ilmu dan sebagai prasarat kelulusan kuliah, jadi tidak ada maksud apa-apa dengan pihak mereka. Lagipula kerja kami adalah sama-sama melayani pasien umum. Yang pasti kami tentunya juga bukan sepasang “Romeo dan Juliet” yang ber-PKL bersama ha…ha….

Berbagai pertanyaan dan pemikiran kami terhadap sikap mereka juga terlontarkan.
“Apa sebenarnya yang terjadi pada mereka?”
“Ada masalah apa dan kenapa keanehan terjadi?”
Pertanyaan di atas dan beberapa pertanyaan lainnya kami keluarkan setelah pada hari senin pagi saya mendapatkan SMS dari salah seorang Koordinator Karyawan Instalasi yang meminta saya agar bersedia mengajarkan terlebih dahulu teman saya karena karyawan yang bersangkutan pada hari itu malah pindah ruangan kerja sehingga kepindahannya itu jadinya “suami-istri” kerja bersama. Saya juga bingung maksud dari semua tingkah mereka...

Aneh bukan, semestinya hari itu jadwal saya untuk memulai pindah instalasi malahan jadi berdua dengan teman saya dalam ber-PKL tanpa ada koordinator karyawan yang mestinya jaga di situ. Untung saja saya sudah cukup mahir mengatasi dan dalam berkerja. Sampai-sampai dokter jaga dan beberapa karyawan/perawat pun bilang “KoQ aneh sekali”.

Yang pasti para karyawan yang mengetahui hal ini juga bertanya-tanya kenapa koQ tiba-tiba karyawan yang mestinya jaga di instalasi itu malahan pindah yang kami rasa “tidak ada instruksi dari atasan”. Ataukah cuma karena ada rasa takut cemburu dan gak enak dengan situasi yang ada sehingga saya yang mesti “Training Teman Dulu”…?
Yang jelas tidak ada satupun karyawan yang menggantikan posisi kepindahannya, dan kami di biarkan. Ok-lah kalo alasannya cuma hanya untuk mengajarkan teman saya terlebih dahulu, namun kalo bukan hal itu yang menjadikan alasan utama mengenai kepindahannya….?

Itulah yang kami rasakan dan kalo memang alasan karena “kami-lah penyebabnya”, kami benar-benar mohon maaf. Namun yang menjadi pertanyaan kami sendiri adalah kenapa dengan adanya hal tersebut dan bisa jadi malahan masalah pribadi mereka di bawa-bawa dalam lingkungan kerja …?

Bukannya kita semua orang dituntut agar bisa melakukan “Profesionalisme Kerja”?

Kami sebenarnya sih hanya ada perasaan “Tidak Enak” terhadap mereka jikalau timbul masalah karena keberadaan sistem rolling PKL kami. Semoga prasangka/kenyataan dan hal-hal di atas dapat terselesaikan dengan baik sehingga semuanya dapat saling menguntungkan tanpa ada kerugian dan masalah.

Saya juga berharap dengan tulisan ini para pembaca setia bisa dapat mengerti dan dapat menghindari hal-hal negatif di atas. Sehingga profesional dalam lingkungan dan dunia kerja dapat di bina dengan baik.

Demikian uraian saya ini, mohon maaf kalo ada salah-salah kata……

Bagaimana pendapat anda mengenai profesionalisme dunia kerja?
PS: Gambar diambil dari darilymail

Maaf! Dokter Sayanglah Bukan Seorang Seleb....

Selasa, 26 Februari 2008

Ha..ha… ini cerita yang cukup menggelikan dan memalukan setelah beberapa hari gue memulai Praktek Kerja Lapangan (PKL) di RSU Banyumas. Hari itu, kalo gak salah hari kamis tanggal 21 Februari 2008 ada aja hal yang lucu dan terjadi saat gue beraktivitas di RSU tersebut. Kebetulan saat itu gue kebagian jatah ditempatkan di IGD (Institusi Gawat Darurat), yang kerjanya juga mesti terkadang selalu terburu-buru karena biasanya di ruangan ini banyak sekali pasien darurat. Namun, gue di IGD bukanlah sebagai seorang mahasiswa calon perawat ataupun calon dokter muda (alias ko-Ass) melainkan sebagai seorang yang menangani administrasi pendaftaran dan registrasi pasien IGD.

Memang sebenarnya yang memberi job PKL sendiri adalah dari pihak rumah sakit umum Banyumas. So, gak bisa milih-milih segala. Tetapi karena PKL nya berdua ama temen, jadi ada sedikit perputaran atau bahasa bule-nya “Rolling” penempatan. Sehingga di harapkan bisa ganti suasana-lah dan tentunya menambah ilmu walaupun gak di kasih uang jajan he..he..

Di hari itu, cukup banyak pasien yang mesti ditangani pada ruangan IGD. Sementara gue juga sibuk mendaftarkan dan me-registrasi calon pasien yang akan di obati atau rawat inap. Ada juga beberapa pasien yang seharusnya ke Poliklinik Rawat Jalan malah nyasar ke IGD. Tentunya gue juga harus mengarahkan mereka supaya mendaftar di Poliklinik Rawat Jalan saja. Memang sih, pada awalnya sebenarnya kadang gue gak seluruhnya mengerti solusi terbaik pada kasus-kasus yang terjadi pada pasien yang sakit karena gue sendiri bukanlah seorang dokter maupun seorang perawat. Jadi kalo gak ngerti, kadang gue lempar dan tanya ke perawat yang ada. Namun kalo kasusnya bisa di mengerti, gue berikan solusi yang terbaik.

Saat itu, ternyata ada seseorang keluarga dari pasien yang gugup dan sedikit panik memberikan surat rujukan dokter kepada saya yang tulisannya gak jelas banget dengan beberapa istilah kedokteran yang tidak gue mengerti. Kalo gak salah adalah pasien bedah ato jantung –lah, gue sendiri dah lupa. Setau gue sendiri,pada IGD yang ada hanyalah dokter umum dan bukan dokter spesialis. Jadi,kadang kalo ada beberapa pasien yang masih “cukup sehat” dan ingin berobat ke spesialisnya, biasanya di suruh berobat ke Poliklinik Rawat Jalan di bagian depan RSU.

Nah, karena alasan itulah gue menyuruhnya untuk berobat ke poliklinik spesialis. Namun, beberapa waktu kemudian ada seseorang berbadan besar dan berkacamata menyodorkan lagi surat rujukan kepada saya. Dan saat itulah gue sendiri kaget kalo dia ternyata adalah seorang Dokter..!!

Busyet dah! Lucu banget dan memalukan sekali he..he…
Langsung dech gue minta maaf dengan tersenyum kepada dokter itu yang saya rasa masih marah. *maaf dech pak dokter! gak bilang2 sih he..he..*
Lagian salah siapa gak pake seragam dokter dan menurut gue “penyamaran bukan seorang dokter” atau jadi orang biasa sudah berhasil, jadi gue terkelabui. Apalagi sekarang ini kan banyak dokter di mana-mana, bukan?

Yak, namanya gue bukan seorang perawat ato pegawai di Rumah Sakit jadi gak tau mana aja dokternya. Selain itu juga masih newbie di RSU Banyumas. Tapi, kalo memang dokter itu kenal dengan dokter jaga di IGD, kenapa malahan menemui gue yang sama-sama gak kenal…?

Gue sendiri gak ngerti kenapa malah ujung-ujungnya di Dokter itu akhirnya menerobos masuk ke ruangan dokter jaga IGD saat itu dan ngerumpi kejadian kesalahpahaman dengan suara keras!! Yang mungkin hanya untuk memalukan gue saja….. :P

Gak tau juga, si pasiennya kayaknya juga gak ter-registrasi. Mungkin Cuma bincang2 saja ato konsultasi saja. Terbukti surat rujukannya di bawa masuk dan di berikan kepada dokter jaga IGD saat itu..

Huhh!!!
Yah, begitulah dokter! Sayang anda bukanlah seorang selebritis yang bisa di kenal di mana-mana. Jadi, jangan marah kalo terkadang gelar kedokteran anda tidak terlihat oleh kasap mata. Jangan pula sombong dengan gelar kedokteran yang telah anda peroleh. Karena dengan kejadian di atas, saya menangkap dokter tersebut di atas agak sombong. Terbukti dengan suara keras yang menyatakan dirinya adalah SEORANG DOKTER!!!


Dunia ini luas, bukan…..?

RSU Bicara Blog?


Berhubung gue lagi PKL, dalam konten posting blog kali ini dan beberapa posting ke depan akan di isi seputar kegiatan sehari-hari maupun cerita yang cukup menarik untuk di publikasikan sekaligus buat arsip dan kenang-kenangan gue (*he..he..*). Ya, walaupun ada cerita yang kayak gini. Trus tujuan gue menulis “catatan PKL” seperti ini adalah biar kawan2 pembaca setia juga bisa tau kegiatan selama gue PKL…..

Hari ke-3 gue melakukan PKL di RSU Banyumas, ada sebuah opini yang cukup membuat gue merasa senang. Opini ini di sampaikan saat pidato apel pagi pada hari rabu itu. Dalam pidato nya (kebetulan gue lupa nama yang bawaiin pidato), beliau menyampaikan sebuah hal yang tidak biasa dari sosok rumah sakit yang biasanya hanya membicarakan kegiatan layanan kesehatan masyarakat, keperawatan dsb. Dalam pidatonya, beliau menyampaikan opini mengenai keberadaan Internet di RSU Banyumas yang konon sudah Online 24 jam. Tidak hanya keberadaan internet saja, namun di sampaikan pula mengenai pemanfaatan internet tersebut untuk kegiatan positif yang berhubungan dengan kesehatan maupun keperawatan melalui media “blog”.

Sungguh hal yang luar biasa bagi gue sendiri kalo opini di atas akan benar2 terealisir dan bisa terlaksana dengan baik. Dengan kata lain, media blog ini bisa di gunakan untuk kegiatan berdiskusi, memberikan info terbaru dan update terkini mengenai sesuatu hal baik dunia kedokteran, keperawatan maupun kegiatan2 yang ada di Rumah Sakit tersebut. Selain itu gue juga bisa bangga kalo media “blog” saat ini sudah bisa merambah luas di kalangan masyarakat. So, dunia blog bisa berkembang dengan luas di berbagai kalangan dan komunitas pada masyarakat Indonesia khusunya di kawasan Banyumas ini (semoga).

Namun, untuk kelanjutan opini “blog” pada RSU Banyumas belum tau pasti bisa terlaksana atau tidak. Yang pasti gue berharap semoga media blog dapat terlaksana di Rumah Sakit Banyumas ini dan nantinya gue rasa tidak menutup kemungkinan kalo akan muncul pula blog-blog baru dari pembaca blog resmi Rumah Sakit tersebut.

Intinya, RSU sudah “bicara blog” jadi kenapa netter Indonesia yang belum punya blog gak ikutan nge-Blog dan “bicara di blog”……..? ^_^

NB :
Saya juga mau lho kalo di angkat jadi tim Admin Blog nya RSU Banyumas he..he..he..
(mode on: ga tau ada yang ngasih job apa ka gak) haiyah....

UPDATE :
Setelah Googling, saya menemukan URL Blog "komite keperawatan RSUD Banyumas" dengan alamat http://banyumasperawat.wordpress.com, atau klik disini untuk menuju lelamannya.

“Home Sick” di Awal Praktek Kerja Lapangan (PKL)…?

Selasa, 19 Februari 2008

Tepat di hari Senin kemarin (18/02/08), gue bersama teman (namanya Rina) untuk hari pertama memulai Praktek Kerja Lapangan ato PKL di RSUD Banyumas. Seperti yang telah gue ceritaain di sini, tahun 2008 ke depan ialah bulan-bulan yang penuh kesibukan khususnya persiapan proyek TA. Nah, salah satunya ialah PKL ini yang “sejujurnya” pada mulanya masuk hari pertama kerja di lapangan gue merasakan kebosanan/bete, pengen cepet pulang, “Home Sick” ato apalah.


Ha..ha.. bener sekali pada saat masuk pertama kali gue masuk PKL merasa Bete, bosen dan stress. Mungkin belum terbiasa aja kali ye…?
Entah kenapa perasaan seperti itu setiap kali muncul di hari pertama gue melakukan PKL. Sampai-sampai di bawa pulang hingga keesokan harinya. Perasaan sakit kepala, pusing mengelilingi gue sampai hari ke-2 PKL. Namun, untuk hari ke-2 gue melakukan PKL, rasa “Home Sick” sudah agak mendingan dan mulai ilang.

Gak tau juga kenapa ini bisa terjadi. Bisa juga terbawa capek saat hari minggu lalu gue pergi ke luar kota (pelosok desa) nan cukup jauh untuk menghantar saudara yang mo jadi manten. Selain itu masalah makan mungkin juga bisa, ato lebih parah karena cerita ini yah..?. (jangan ah..)

Yang pasti saat itu, pikiran saya dan kepala saya merasa pusing di awal PKL.

Terus terang ini kali pertama saya PKL beneran dan gak main-main. Kalo dulu gue sempet magang, tapi gak serius banget dan cuma marketing. Namun lain halnya dengan sekarang, gue mesti serius dan tetap fokus pada kerjaan yang ada. Ya, namanya juga PKL di Rumah Sakit. Apalagi gue di tempatkan di bagian pendaftaran Ruang IGD.

Busyet... manalagi gue belum apal banget teknis-nya. Walaupun sebenarnya gak begitu sulit pada prakteknya yang cuma input data para calon pasien yang mo daftar di IGD, namun karena terkadang banyak juga masalah-masalah lainnya yang terjadi. Mulai dari prosedur-prosedur yang tidak sesuai dengan aturan maupun masalah lainnya yang gue rasa masih "Newbie" he..he..
Trus setiap harinya juga banyak pasien yang daftar, so bikin sibuk. Kadang malah gue di tinggal sendiri di ruangan yang pada hari itu gue masih "newbie", jadi kadang mesti minta bantuan ama karyawan lainnya yg bersangkutan.

Ya namanya juga baru belajar. Bisa cepet ngerti bisa juga gak mudeng-mudeng he..he.. semoga cepet ngerti aja dech dan sukses.

Semoga bukan hanya PKL-nya yang sukses, tapi seluruh proses PKL hingga laporan PKL juga sukses. Soalnya sampai saat hari ke-dua ini, gue masih bingung mau ambil judul Laporan PKL seperti ama (mode on:tambah pusing).

Ada yang mau bantuin dan kasih inspirasi "judul laporan PKL"....?

PS : gambar diambil dari www.thecamreport.com

Postingan Lama Beranda

Total Pageviews

Archive

Categories