HOME
Tampilkan postingan dengan label Artikel Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Bisnis. Tampilkan semua postingan

Sepele, Tapi Penting!

Selasa, 11 Maret 2008

Kalo dalam posting terakhir yang lalu saya menuliskan artikel mengenai etika bisnis, kali ini saya mau memberikan beberapa tips yang tentunya masih berkaitan dengan tema “Etika Bisnis”, di simak dan di baca ya, pasti ada manfaatnya dech…..

Beberapa hal di bawah ini adalah hal-hal kecil yang berkaitan dengan etika bisnis. Yang pasti perlu anda cermati karena bisa mempengaruhi penilaian etika bisnis anda :

Kartu Nama
Kartu nama adalah pengingat sekaligus penghubung anda dengan relasi. Kartu nama yang berkualitas (misalnya, dicetak dengan kualitas kertas yang baik), bisa memberikan kesan bagi penerimanya.


Sebaiknya, satu kartu nama hanya mewakili satu perusahaan. Jika anda memiliki beberapa perusahaan, buatlah kartu nama terpisah untuk masing-masing perusahaan.

Jangan sungkan-sungkan untuk bertukar kartu nama kepada orang-orang yang baru anda kenal. Saat memberikan kartu nama, berikan dengan kedua tangan menjepit di kedua ujungnya dan dengan huruf mengarah ke penerima.

Begitu jugs saat menerima kartu nama dari seseorang, terimalah dengan kedua tangan. Sebagai penerima, sebaiknya letakkan kartu nama di atas meja atau dipegang selama beberapa saat.

Telepon
Kunci utama etika bertelepon adalah berbicara sopan, jelas, namun tetap menjaga volume suara, sehingga tidak mengganggu lingkungan sekitar. Gunakan bahasa yang formal. Percakapan santai bisa diselipkan jika rekan bisnis sudah anda kenal cukup lama.

Saat menjawab telepon, jangan lupa ucapkan salam dan nama anda. Lakukan pembicaraan sesingkat dan sejelas mungkin. Saat pembicaraan usai dan jika anda menjadi penerima telepon, biarkan si penelepon menutup teleponnya terlebih dahulu.

Pakaian
Gaya busana bisa disesuaikna dengan jenis bisnis yang anda jalankan. Misalnya, jika usaha anda di bidang kreatif seperti periklanan atau kesenian, maka busana yang dikenakan bisa lebih kasual.

Sementara, bidang usaha yang lebih konservatif seperti perbankan dan hokum, biasanya menuntut seseorang berpakaian formal. Aturan umumnya adalah sopan, sederhana, rapi, bersihdan tidak bau.

Posisi Duduk/Berdiri
Sikap duduk dan berdiri seseorang akan memberi pengaruh penilaian orang lain. Duduklah dengan tegak, tidak merosot di kursi atau dalam posisi miring dengan kedua kaki merapat.

Bagi wanita yang mengenakan rok mini, cara ini bisa sedikit menutupi kaki anda. Hindari meletakkan benda-benda di atas rok mini untuk menutupi kaki yang terbuka, karena hanya akan memberi kesan kurang percaya diri.

Saat berdiri, lakukan dengan posisi tegak lurus. Tarik bahu agar tidak menunduk, kembangkan dada dan tarik perut ke dalam, agar bentuk tubuh anda terlihat jauh lebih baik.

Berjabat Tangan
Dalam melakukan jabatan tangan saat bertemu seseorang, lakukan dengan genggaman yang erat untuk menunjukkan kehangatan pribadi dan kepercayaan diri.

Saat menyambut jabatan tangan dari orang lain ketika anda sedang duduk, sebaiknya berdiri sebentar. Apabila anda seorang wanita, anda disarankan mengulurkan tangan lebih dulu kepada lawan jenis.

Berbasa-Basi
Basa-basi harus pas dan tidak berlebihan, agar tidak keblabasan sehingga membuat lawan bicara tersinggung. Anda juga bisa dianggap sebagai orang yang sok akrab, sehingga akan memberi kesan negatif.

Ketepatan Waktu
Ketepatan waktu sebagai salah satu bentuk disiplin, menunjukkan penghargaan anda kepada orang lain.



Lain Negara, Lain Pula Etika Bisnisnya

Minggu, 09 Maret 2008

MAsih berhubungan dengan artikel sebelumnya, kali ini saya membahas beberapa etika bisnis orang-orang bule sana.
Di mana bumi di pijak, di situ langit di junjung. Pepatah yang berarti di mana pun seseorang berada, dia harus menghormati adat dan budaya setempat, konon menjadi ‘resep’ keberhasilan orang Minang dalam berbisnis. Penghargaan anda terhadap budaya atau kebiasaan tertentu dari mitra bisnis, menjadikan nilai lebih etika bisnis anda.
Berikut ini beberapa budaya atau kebiasaan dari beberapa Negara :



JEPANG
  • Sebaiknya anda datang 15 menit sebelum rapat dimulai.
  • Berikan kartu nama yang disertai tulisan Bahasa Jepang di bagian lainnya.
  • Hindari membuat coretan pada kartu nama yang mereka berikan.
JERMAN
  • Jangan memuji atau mengatakan sesuatu secara berlebihan, karena anda bisa di anggap sebagai orang yang tidak bisa dipercaya.
  • Hindari membicarakan pekerjaan di saat makan.
  • Mereka mengutamakan bisnis yang bersih dan sesuai dengan aturan. Jadi, tak perlu memberi cenderamata, kecuali jika anda mendapat undangan makan yang diadakan di rumah.

INGGRIS
  • Hindari topik pembicaraan sensitif, seperti gosip dalam kerajaan Inggris, konflik Irlandia Utara atau berbagai hal yang sifatnya pribadi.
  • Jangan gunakan nada suara keras atau bersikap berlebihan.
  • Dalam masyarakat Inggris, etika berbusana sangat diperhatikan. Kenakan pakaian konservatif dengan warna biru tua, hitam atau abu-abu.
AMERIKA SERIKAT (U.S.A.)
  • Menghargai suara keras dalam pertemuan, karena menunjukkan aktualisasi diri.
  • Hadiah untuk rekan bisnis bisa di berikan pada hari-hari besar seperti Natal atau Tahun Baru. Hadiah biasanya dibuka di depan pemberinya.
  • Jika ingin mengirim rangkaian bunga, hindari mengirimkan bunga lili karena itu adalah bunga tanda berduka cita.
PERANCIS
  • Pebisnis asal Perancis suka berjabat tangan di setiap pertemuan.
  • Hindari memanggil mereka dengan nama pertama tanpa sebutan “Monsieur” (Tuan), “Madame’ (Nyonya) atau “Mademoiselle” (Nona).
  • Jika anda bisa berbahasa Perancis, gunakan kata ganti kedua formal (Vous atau anda), kecuali bila anda sudah sangat akrab dengan rekan bisnis anda. Gunakan pula sapaan nama depan selama meeting.
  • Hindari berbicara dalam volume keras.
ITALIA
  • Sebaiknya menyapa dengan sebutan “Signore” (Tuan) atau “Signora” (Nyonya), yang disambung dengan nama belakang/keluarga.
  • Ulurkan tangan anda terlebih dulu saat bertemu dengan rekanan anda.
  • Orang Italia biasanya mengucapkan salam dengan cara berpelukan atau mencium pipi. Jika anda enggan melakukannya dengan lawan jenis, letakkan tangan kiri di dada sebagai tanda penolakan.
  • Orang Italia justru cenderung santai dalam berbusana. Bergaya tidak formal pun sah saja dalam pertemuan bisnis.
CHINA
  • Disarankan untuk memanggil seseorang berdasarkan jabatan yang di embannya diikuti nama keluarga, misalnya “Direktur Yap” atau “Chairman Tjoa”.
  • Di China, rapat biasanya dimulai dengan jabat tangan yang lembut dan pembicaraan yang ringan.
  • Hindari mencoba akrab terlalu cepat dengan klien dari China, karena adat istiadat di sana sangat menjunjung tinggi formalitas.

Etika Bisnis, Antara Teori dan Kenyataan

Jumat, 07 Maret 2008

Berkaitan dengan posting sebelumnya, artikel kali ini juga masih bertema “Etika Bisnis”. Nah, kalo di posting yang lalu saya menuliskan sedikit teori prinsip-prinsip etika bisnis maka kali ini saya menuliskan beberapa kenyataan yang banyak terjadi, yang tentu saja masih saya ambil dari materi mata kuliah “Etika Bisnis” pada semester lalu. Simak dech berikut ini…

Seharusnya, etika bisnis tidak sulit diterapkan karena segala prinsip dalam etika bisnisjuga menjadi prinsip untuk menjadi manusia yang berbudi. Namun, di depan mata, pelanggaran etika bisnis sering terjadi. Berikut ini pelanggaran etika bisnis yang paling sering terjadi.


  • Penyuapan - Tidak sedikit pebisnis yang melakukan tindakan penyuapan demi mendapatkan proyek. Termasuk dalam tindakan penyuapan adalah menawarkan, memberi, menerima atau meminta sesuatu yang berharga dengan tujuan mempengaruhi tindakan seseorang dalam membuat suatu keputusan. Misalnya, memberikan sejumlah uang untuk memenangkan tender suatu proyek.
  • Pemaksaan - Tekanan dengan menggunakan jabatan atau ancamanm untuk meraih tujuan tertentu. Misalnya, seorang atasan yang memaksa anak buahnya untuk mengerjakan tugas di luar pekerjaan kantor, dengan ancaman jika tidak dikerjakan maka akan diberi nilai jelek atau dipecat.
  • Penipuan/Pemalsuan - Merupakan tindakan memperdaya pihak lain/konsumen. Misalnya, pada klien, anda mengatakan “cake” buatan anda harganya mahal karena memakai keju tertentu yang terkenal bagus (tentunya harganya mahal juga), padahal anda memakai keju yang berkualitas standar saja.
  • Pencurian - Adalah tindakan mengambil sesuatu yang merupakan hak orang lain tanpa persetujuan pemiliknya. Pencurian ini dapat berupa fisik atau konseptual.
  • Diskriminasi Tak Sehat - Yaitu perlakuan tidak adil atau penolakan kerja sama terhadap orang-orang tertentu. Misalnya, menolak bekerja sama atau mempekerjakan orang-orang dari daerah tertentu.

Mengapa orang melanggar etika bisnis?
Menurut John C. Maxwell dalam bukunya, ada beberapa alasan mengapa orang memilih tindakan-tindakan tidak etis dalam berbisnis :
  • Ingin berbuat seleluasa mungkin - Seperti anak kecil yang tidak mau di atur, begitu pula pebisnis. Inginnya mereka melakukan segala hal yang mereka inginkan.
  • Demi mengejar sukses - Bagaimanapun caranya, keuntungan dan kesuksesan harus diraih. Misalnya, anda sudah tahu dari “pitching” desain interior sebuah perkantoran, desain yang anda buat kalah bagus dibandingkan dengan yang lainnya. Tapi, demi menang proyek ini, anda membayar orang tertentu dari panitia “pitching” itu untuk membela desain anda yang terbaik.
Adiwarman - Presiden Direktur Karim Business Consulting, menambahkan bahwa pelanggaran etika bisnis umumnya terjadi kalau penataan dan penegakan hukum di suatu Negara tidak berjalan. “Dalam sebuah Negara atau masyarakat yang belum memiliki sistem reward and punishment yang jelas dan tegas, maka etika bisnis cukup sulit untuk diterapkan”, ujar Adiwarman. Karena, tanpa adanya hukum yang tegas, seseorang dengan leluasa dan tanpa rasa takut melanggar etika yang ada, termasuk etika dalam bisnis.

Jadi, satu hal penting yang harus segera dilakukan agar tercipta dunia bisnis yang beretika adalah penerapan aturan-aturan dan sanksi yang jelas dan tegas bagi para pebisnis. Dengan ketegasan, para pebisnis akan berfikir seribu kali untuk melanggar etika bisnis.

Prinsip-Prinsip Etika Bisnis

Rabu, 05 Maret 2008

Dalam posting kali ini saya ingin memuat mengenai pentingnya menerapkan “Etika Bisnis” dalam dunia bisnis tentunya. Artikel ini di ambil dari salah satu mata kuliah etika bisnis dalam perkuliahan saya beberapa semester yang lalu. Semoga bisa bermanfaat buat Enterpreneur Indonesia….

Etika bisnis sesungguhnya tak rumit. Pegangannya adalah jika peraturan atau etika sudah disahkan undang-undang atau peraturan tertulis, maka pelanggarannya berarti melanggar hokum. Jika etika berkaitan dengan norma masyarakat, maka tolak ukurnya adalah diri sendiri. Artinya kalau anda merasakan apa yang anda lakukan akan menyakiti orang lain, maka sebaiknya anda jangan melakukan hal tersebut.

Namun, dalam etika bisnis ada prinsip-prinsip yang dinilai Adiwarman Karim, Presiden Direktur Karim Business Consulting, seharusnya jangan dilanggar, yaitu :


  • Kejujuran Banyak orang beranggapan bisnis merupakan kegiatan tipu-menipu demi mendapat keuntungan. Ini jelas keliru. Sesungguhnya kejujuran merupakan salah satu kunci keberhasilan berbisnis. Bahkan, termasuk unsur penting untuk bertahan di tengah persaingan bisnis.
  • Keadilan - Perlakukan setiap orang sesuai haknya. Misalnya, berikan upah kepada karyawan sesuai standar serta jangan pelit memberi bonus saat perusahaan mendapatkan keuntungan lebih. Terapkan juga keadilan saat menentukan harga, misalnya dengan tidak mengambil untung yang merugikan konsumen.
  • Rendah Hati - Jangan lakukan bisnis dengan kesombongan. Misalnya, dalam mempromosikan produk dengan cara berlebihan, apalagi sampai menjatuhkan produk bersaing, entah melalui gambar maupun tulisan. Pada akhirnya, konsumen memiliki kemampuan untuk melakukan penilaian atas kredibilitas sebuah poduk/jasa. Apalagi, tidak sedikit masyarakat yang percaya bahwa sesuatu yang terlihat atau terdengar terlalu sempurna, pada kenyataannya justru sering kali terbukti buruk.
  • Simpatik - Kelola emosi. Tampilkan wajah ramahdan simpatik. Bukan hanya di depan klien atau konsumen anda, tetapi juga di hadapan orang-orang yang mendukung bisnis anda, seperti karyawan, sekretaris dan lain-lain.
  • Kecerdasan - Diperlukan kecerdasan atau kepandaian untuk menjalankan strategi bisnis sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku, sehingga menghasilkan keuntungan yang memadai. Dengan kecerdasan pula seorang pebisnis mampu mewaspadai dan menghindari berbagai macam bentuk kejahatan non-etis yang mungkin dilancarkan oleh lawan-lawan bisnisnya.
  • Lakukan dengan cara yang baik, lebih baik atau dipandang baik Sebagai pebisnis, anda jangan mematok diri pada aturan-aturan yang berlaku. Perhatikan juga norma, budaya atau agama di tempat anda membuka bisnis. Suatu cara yang dianggap baik di suatu Negara atau daerah, belum tentu cocok dan sesuai untuk di terapkan di Negara atau daerah lain. Hal ini penting kalau ingin usaha berjalan tanpa ada gangguan


Total Pageviews

Archive

Categories