HOME

Booming Pemasaran Provider GSM “3” Yang Mengecewakan

Minggu, 16 Maret 2008

Ternyata iklan yang di gembor-gemborkan pada salah satu provider baru GSM di Indonesia tidak seluruhnya bisa memuaskan konsumennya. Saya juga tidak tahu mengenai pertanggungjawaban perusahaan akan kenyataan yang terjadi. Pengalaman saya terhadap provider ini telah membuktikannya. Tentunya pengalaman dan cerita ini bukanlah suatu uraian artikel untuk menjelekkan keberadaan provider tersebut kepada kalangan konsumen Indonesia yang saat ini sedang bersaing dalam memenangkan pelanggan.

Kalo mendengar iklan “3” di televisi dan media massa lainnya, tentu bukan hanya saya yang tertarik untuk dapat menikmati layanan yang cukup memuaskan, bukan?
Saya tidak akan menjabarkan apa keistimewaan dan layanan menarik yang ada dan pastinya anda sendiri sering mendengarnya lewat iklan. (mode on : bukan promosi)



Itung-itung ingin mencoba akses GPRS “3”, beberapa hari yang lalu saya pun membeli perdana “3” di counter HP terdekat. Saya memang ingin mencoba kehandalan dan kehebatan akses GPRS “3” dari HP dengan harapan aksesnya dapat berjalan dengan lancer sehingga bisa mengakses internet dari ponsel saya.

Namun, ekspedisi untuk bisa mengakses gprs “3” saat itu hingga artikel ini di tulis pun masih gagal. Kegagalan akses ini bukan karena pulsa yang limit dan HP yang jadul melainkan karena sinyal “3” di tempat tinggal saya sangat susah. Boro-boro bisa mengakses GPRS dapat nembut, sinyal ”3” juga susah nembusnya alias tidak ada sinyal sama sekali. Kalo ada sinyal juga satu s/d dua strip sinyal pada ponsel.

Wah, kalo ceritanya seperti itu mah sangat mengecewakan. Pemasaran iklan sudah booming tapi kendala sinyal kurang bagus di terima. Padahal saya sendiri tinggal di dekat perkotaan, namun kenapa sinyal juga kurang baik, apa lagi di pelosok negeri, lebih parah lagi mungkin?

Malahan sering tidak ada sinyal sama sekali dan pastinya tidak bisa terpakai. Iklan dan pemasaran provider GSM yang cukup heboh seharusnya di imbangi dengan kualitas yang ada seperti keberadaan sinyal dsb. Kalo iklan sudah ada tapi kualitas tetap jelek pastinya tidak laku. Pantas saja saya beli simcard perdana “3” yang masih di segel bisa di peroleh hanya dengan membayar uang Rp 6000,-.

Walaupun provider ini tergolong masih baru, sebaiknya sih tidak perlu mem-booming kan layanan yang super hebat tanpa di seimbangi kualitas dan kenyataan yang ada. Semoga saja di bulan-bulan depan dan seterusnya provider ini akan makin maju, sehingga bisa di pertanggungjawabkan segala tindakan untuk memuaskan konsumen Indonesia di bidang telekomunikasi. Bagaimana pendapat anda sendiri, setuju?

1 komentar:

Admin mengatakan...

Test aja...

Simcard terpaksa di anggurin di rumah

Posting Komentar

Total Pageviews

Archive